DEMAK – Suasana di lingkungan MTs Negeri 6 Demak tampak berbeda dari hari biasanya pada pertengahan Maret 2026 ini. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan derap langkah antusias para siswa memenuhi koridor madrasah dalam rangka pelaksanaan kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) yang merupakan bagian integral dari program Pesantren Ramadhan Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 12-14 Maret 2026, ini bertujuan untuk memperkokoh spiritualitas sekaligus membangun kemandirian siswa di bulan yang penuh berkah.
Hari Pertama: Awal Perjalanan Spiritual dan Pembiasaan Ibadah
Rangkaian kegiatan dimulai pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 15.30 WIB dengan agenda Check-in peserta. Para siswa datang dengan membawa perlengkapan ibadah dan keperluan menginap, disambut oleh tim piket jaga yang terdiri dari Bapak/Ibu guru. Tepat pukul 16.30 WIB, acara dibuka secara resmi oleh Pak Nur Rondi di Musholla madrasah, yang menjadi pusat kegiatan spiritual selama Mabit berlangsung.
Memasuki waktu berbuka puasa, seluruh peserta berkumpul untuk melaksanakan Buka Bersama pertama. Momen ini bukan sekadar urusan makan, melainkan sarana mempererat ukhuwah antara siswa dan guru. Setelah santap buka dan shalat Maghrib berjamaah yang diimami oleh Pak Zulfikar, para siswa diberikan waktu istirahat sejenak sebelum memasuki rangkaian ibadah malam.
Malam pertama diisi dengan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Menariknya, madrasah memberikan ruang bagi kreativitas siswa melalui agenda Kultum yang disampaikan oleh perwakilan siswa sendiri di bawah bimbingan Pak Sukisman. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Pengajian Kitab untuk memperdalam khazanah keilmuan Islam, serta sesi Belajar Bersama hingga pukul 22.00 WIB.
Hari Kedua: Menjawab Tantangan Zaman dengan Akhlak Digital
Hari kedua, Jumat 13 Maret 2026, dimulai jauh sebelum matahari terbit. Pukul 02.00 WIB, suasana hening malam pecah oleh lantunan doa dalam Qiyamul Lail yang dipandu oleh Bu Aini. Keikhlasan para siswa terpancar saat mereka bersujud di sepertiga malam terakhir, memohon ampunan dan keberkahan. Setelah sahur bersama dan Shalat Subuh, kegiatan pagi ditutup dengan tadarus Al-Qur’an bersama Pak Handi.
Setelah sempat mengikuti kegiatan persiapan sekolah dan istirahat siang, para siswa kembali berkumpul di Musholla pada pukul 12.00 WIB untuk Shalat Dzuhur berjamaah dan Pengajian Kitab bersama Bu Nikmah. Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah Materi Utama bertajuk “Akhlak Remaja di Era Digital” yang disampaikan oleh Bu Fiona. Di sini, para siswa diajak berdialog tentang bagaimana tetap menjaga muruah dan etika Islam di tengah gempuran media sosial yang seringkali melupakan nilai-nilai kesopanan.
Sore harinya, suasana semakin hangat dengan persiapan Buka Bersama kedua. Kehadiran tim piket seperti Pak Taufiq, Pak Zaki, dan Bu Mamdihah memastikan seluruh alur kegiatan berjalan tertib dan nyaman bagi peserta.
Hari Ketiga: Puncak Kegiatan, Filantropi, dan Nuzulul Qur’an
Sabtu, 14 Maret 2026, menjadi puncak dari seluruh rangkaian Mabit. Setelah melewati rutinitas ibadah malam dan pagi yang padat seperti hari sebelumnya, siang harinya diisi dengan Shalat Dzuhur berjamaah dan pengajian bersama Pak Suhari serta Bu Mamdihah.
Pukul 16.00 WIB, fokus kegiatan beralih ke luar lingkungan sekolah. Para siswa yang tergabung dalam pengurus OSIM dan DKG terpilih terjun langsung ke jalan untuk agenda Berbagi Takjil. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial terhadap sesama, terutama mereka yang sedang dalam perjalanan atau membutuhkan santapan berbuka.
Kembali ke madrasah, acara dilanjutkan dengan Pengajian Peringatan Nuzulul Qur’an yang disampaikan secara kolaboratif oleh Pak Fatkur dan Bu Laila. Peringatan turunnya Al-Qur’an ini menjadi momentum refleksi agar para siswa senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup utama. Di sela-sela acara ini, kemeriahan ditambah dengan adanya Lomba Dai Kecil (sebagai bagian dari pengembangan bakat siswa dalam berdakwah). Para peserta menunjukkan kebolehannya dalam menyampaikan pesan-pesan agama dengan gaya bahasa yang menarik dan penuh percaya diri.
Kebersamaan dan Disiplin yang Terjaga
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari peran aktif seluruh jajaran guru yang masuk dalam jadwal piket jaga malam maupun siang. Nama-nama seperti Pak Hendro, Pak Noval, Pak Zulfikar, Bu Aini, Bu Novi, dan Bu Alya tercatat sebagai tim yang siaga menjaga keamanan serta kenyamanan siswa selama beristirahat di ruang kelas maupun saat beribadah.
Disiplin waktu sangat ditekankan, mulai dari waktu tidur pukul 22.00 hingga bangun pukul 02.00 WIB. Pola hidup teratur ini diharapkan dapat terbawa hingga setelah bulan Ramadhan usai, sehingga siswa MTs Negeri 6 Demak tidak hanya unggul secara akademik namun juga kuat secara fisik dan mental.
Sayonara: Membawa Pulang Bekal Spiritual
Pukul 18.30 WIB, setelah pelaksanaan Shalat Maghrib berjamaah yang diimami oleh Pak Sukisman dan sesi buka puasa bersama terakhir, agenda Sayonara pun tiba. Raut lelah namun bahagia terpancar dari wajah para siswa. Mereka tidak hanya pulang membawa tas dan perlengkapan tidur, tetapi juga membawa bekal ilmu, pengalaman berbagi, dan semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Kepala Madrasah melalui panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya acara Mabit 1447 H ini. Harapannya, kegiatan Pesantren Ramadhan di MTs Negeri 6 Demak tahun 2026 ini menjadi titik balik bagi para siswa untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan menjaga akhlak karimah di mana pun mereka berada